Untuk urusan musik, dia amat setia. Dia akan begitu memuja, bahkan kadang terlampau cinta. Dia akan mencekoki telinganya dengan musik yang sama. Setiap hari. Berulang-ulang tanpa ampun. Begitu terus sampai akhirnya otak menolak. Sampai hatinya tak lagi tergerak. Atau sampai dia menemukan penggantinya. Tapi sekali lagi, bahkan telinganya sekarang mengikuti tuannya. Amat selektif. Tak mudah dipuaskan. Persis seperti sifat tuannya. Bukan perfeksionis. Hanya saja dia menyukai segala sesuatu yang berada di sana, persis di tempat yang seharusnya. Menurut dia. Dia juga amat penasaran saat sesuatu menarik perhatiannya. Tanpa segan ia akan berusaha menariknya mendekat, mengusahakan, menikmatinya jika sudah dapat, dan saat tak ada lagi gairah yang tersisa. Jangan salahkan dia jika ia juga tanpa segan akan membuang. Atau tanpa sengaja ia jatuhkan entah dimana. Sama dengan musik yang akan selalu disana. Tercatat di playlistnya. Yang tidak akan pernah diputar lagi. Karena ia tidak menyukai playlistnya terpasang di posisi shuffle. Karena hidupnya telah terpatok paten di posisi itu. Terlalu banyak kejutan, terlalu banyak yang tidak berjalan seperti seharusnya. Maka ia paksa telinganya untuk mengikuti apapun maunya. Apapun yang hati dan otaknya inginkan. Karena apa yang ada di tubuhnya adalah miliknya. Ia tidak mau lagi-lagi dipermainkan, biar ia yang kali ini mempermainkan.
Electric - Lana Del Rey diputar berulang-ulang.
No comments:
Post a Comment