Wednesday, October 27, 2010

lelah

sakit
kepala saya sakit
hati saya sakit
badan saya sakit
semua sakit

bahkan orang yang saya anggap menyayangi saya sepenuhnya bisa membuat saya sesakit ini. apa sudah waktunya berhenti? berhenti menganggap. berhenti percaya. berhenti berharap. toh, pada akhirnya manusia hidup sendiri-sendiri. tak ada yang akan dengan sukarela memasang badannya untuk saya. tak pernah ada yang secara sukarela. secara cuma-cuma. harus ada timbal baliknya. harus ada harga yang dibayar. bukankah saya sangat mengerti. yang paling berpotensi menyakiti adalah orang yang kita sayangi? lalu untuk apa membuka hati untuk kesekian kali. keledai saja tak akan pernah jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kali.

untuk apa berharap pada ia yang menolak mengerti? untuk apa berharap pada ia yang menolak percaya? untuk apa takut sendiri? bukankah nanti memang akan berakhir sendiri? saya tak mau terlalu muluk. saya menolak sakit lagi. saya lelah sakit sendiri. saya kuat. saya mampu. saya plegma. tak peduli dan tak mau repot mencari tahu. seperti yang ia bilang. sudah cukup.

No comments:

Post a Comment