Tuesday, August 3, 2010

semangat

terbangun di pagi hari dengan perbincangan semalam, dengan suara bergetar ia menjelaskan, tersadar bahwa sayang saya tak bertepuk sebelah tangan, perasaannya juga terus bertambah sama halnya saya, keadaan lagi-lagi membatasi, saya benci keadaan, saya benci ruang, saya benci waktu, tidak boleh, saya harus berdamai, saya harus berjuang, bukankah saya masih merasa bahagia yang sama, lebih bahkan, walau terlambat saya menyadari ia juga sedang berjuang, saya tidak berjuang sendirian, ia pantas untuk diperjuangkan

No comments:

Post a Comment