Kasihan. Saya benar kasihan dengan 'ia' yang melegalkan segala cara. ambisinya seakan terlalu puncak dan susah benar diraih dengan cara yang benar. sebenarnya bukan disitu letak masalahnya, ia kurang gigih saja.
Benci. Saya amat membenci alasannya yang terasa paling benar. Benar menurutnya tentu saja. Karena 'keadaan'. Yang benar saja, ia yang hidup di dunia, berhadapan dengan pilihan, dan mengambil keputusan tapi menyalahkan keadaan. Keadaan memang tak selalu berdamai dengan manusia. Kadang keadaan memang sangat menjengkelkan, seperti saat kita datang ke tempat yang salah bertemu orang yang salah dalam waktu yang salah. Ingin bunuh diri saja rasanya. Kembali ke perkara, saya membenci orang yang menamengi diri dengan 'keadaan'. Hey, tidak seorangpun bisa mengontrol 'keadaan', tidak saya, tidak dia, tidak juga mereka. Jadi jangan beralasan.
Kecewa. Saya kecewa dengan sikap dan keputusannya. Pintas, tapi tak berlogika. Tidak memikirkan akibatnya. Ambisinya yang terlalu mewah menjadikannya orang jahat. Berkhianat sekaligus menyakiti orang lain. Anjing yang ditolong dan diberi makan saja tidak akan menggigit penolongnya. Bahkan ia tidak lebih baik dari anjing.
Ambisi memang mengerikan, tapi manusia berambisi tanpa kontrol terlihat menjijikan.
No comments:
Post a Comment