Sunday, May 30, 2010

tiba-tiba

banyak hal dalam hidup saya serba tiba-tiba, seperti baru saja. tiba-tiba si 'bodoh' menelpon dan menceritakan masalah keluarga yang sedang dihadapinya. tiba-tiba saja saya menjadi terhanyut pada masalahnya dan ikut-ikutan marah pada si ayah yang disini menjadi oknum bersalah. tiba-tiba saya tidak hanya marah pada si ayah tapi juga pada si 'bodoh' yang seringkali tidak tegas dalam bertindak dan mengambil keputusan. tiba-tiba juga saya sebal setengah mati pada adiknya yang plin plan, pada si ayah yang suka marah-marah dan pada si 'bodoh' yang suka lari dari masalah. dan yang paling berbahaya, tiba-tiba muncul rasa penat yang luar biasa. lelah menjadi penopang masalah-masalahnya yang berat, capek dengan kebingungan yang tiba-tiba. dan untuk kesekian kalinya tiba-tiba ragu menghinggapi pikiran saya. tiba-tiba sebuah tanda tanya besar bertengger di atas kepala saya (jangan dibayangkan, saya cuma bermajas). apa rasa cintanya yang besar cukup untuk mengobati ragu saya? apa benar saya sanggup mengatasi setiap masalah yang menghadang, dan saya yakin masalah itu tak akan pernah ada habisnya? karena saya sadar, terlalu banyak perbedaan yang ada.

tiba-tiba saja,
saya punya pikiran untuk menyerah

No comments:

Post a Comment