karena dengan menangis kita menunjukkan bahwa kita manusia
hari ini hari saya abu-abu kelabu, memang semua masalah saya akhir-akhir ini memang dampak negatif dari sebuah keputusan salah yang dulu pernah saya buat. keputusan ceroboh yang saya sesali. tapi toh saya sadar, tidak ada gunanya menyesali keputusan sebaliknya yang harus saya lakukan adalah berusaha membuat yang negatif kembali menjadi positif. ternyata saya tak tahan banting, kesungguhan saya tak seteguh yang saya duga. sikap negatif yang terus ditujukan pada saya akhirnya membuat saya runtuh juga. sebal memang mendapati saya lemah, namun ini juga yang membuat saya sadar bahwa saya masih manusia.
kelemahan saya berpusat pada satu titik. trauma. ada lubang besar di hati dan pikiran yang selamanya tak akan pernah terisi. banyak orang salah yang saya biarkan mencoba mengisinya namun akhirnya gagal juga. sampai saya putus asa dan akhirnya menyerah. orang yang terakhir berjanji akan mengisi bagian hilang itu dan saya percaya. saya menaruh harapan besar padanya, berharap dia akan mengerti saya dan saya akan belajar mengerti dia. saya tau ini tidak akan mudah, tidak akan pernah mudah. sekali saya melakukan kesalahan dan dia mulai berpaling. menuntut permintaan maaf dan pengorbanan. berbalik menyerang dan menyudutkan saya. sampai di titik ini. sampai barusan. sampai saya menangis dan menemukan bahwa lagi-lagi saya sendiri masih dengan lubang yang menganga. saya sadar saya bersalah padanya dan mungkin meminta terlalu banyak. tapi saya sudah terlanjur sakit, sakit sekali. memang bukan dia satu-satunya yang membuat saya sakit. tapi lebih pada diri saya sendiri. hati dan pikiran saya yang menyakiti diri saya sendiri. saya kalah pada diri sendiri. lagi-lagi saya sadar bahwa saya masih manusia