Monday, May 13, 2013

thank you

Thank you, for everything, for making this so hard for me. I love you

roller coaster

mungkin memang bukan aku. tapi sungguh tidak perlu mengakhiri dengan begini. hey, my roller coaster guy. aku harap kamu tidak lupa kalau aku disini juga manusia. punya rasa, yang berpikir dengan sedikit sekali logika. seperti mencarimu dalam gelap sementara di lantai tersebar banyak sekali ranjau darat. sekali saja salah langkah kembali bukan indah yang terasa. sakit. capek. marah. pusing. sebut semua nama rasa yang tidak enak.

dan sekarang lagi. setelah kesekian kali, kenapa sekarang harus lagi? sungguh apa ada yang salah? apa aku berbuat salah? apa aku membuatmu jengah? apa aku menaruh terlalu banyak beban? apa apa apa? apa kamu memang memaksaku untuk mengaku kalah?

aku sungguh senang berada di atas. angin kencang dengan kamu sebagai pegangan. tapi sebentar saja harus meluncur sedemikian kencang ke bawah. aku berpegangan dan kemudian kau lepaskan. aku terjatuh dan tak pernah kau tangkap. dibiarkan. aku berteriak , sayang!! aku berteriak!! sampai aku menangis!! sampai suaraku serak!! tapi kau tetap meluncur, dan tak pernah menoleh.

aku jatuh ke tanah, menengadah, berpindah menjadi senyawa, menghantam keras ke kepala. aku berharap tidak lagi punya rasa. inginku ruang ini dipenuhi kamu. inginku ruangmu dipenuhi aku. inginku ruangku kubakar habis. tak perlu ada sisa. biar tak bisa dimasuki rasa. biar aku tak perlu berteriak. karena teriakan tak akan pernah sampai ke ujung sana.

kalau ini yang kamu siapkan, aku akan tutup mata. selamanya.