uhm.. saya tipe orang yang mudah exciting dan di beberapa kesempatan juga mudah terbawa arus. arus apa saja, arus teknologi, arus pergaulan, arus negatif, arus positif kecuali arus banjir (untungnya di daerah saya tidak pernah banjir). jadi bisa dibayangkan bagaimana mudahnya saya termakan ajakan teman-teman saya untuk coba-coba membolos, coba-coba merokok, coba-coba minum alkohol, coba-coba mushroom dan coba-coba yang lain. kebetulan coba-coba saya kebanyakan negatif.
sindrom arus itu juga melanda di dunia musik (hiper!). dulunya musik saya juga musik standar seperti favorit orang-orang kebanyakan, tapi itu dulu, duluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu (bibir anda harus monyong beberapa detik untuk membuat saya yakin anda percaya dengan saya). dulu sekali pokoknya. nah, tiba-tiba saja saat itu saya mendapat gebetan anak musik (ben-benan istilah kerennya), usianya lima tahun lebih tua dari saya, dan waktu itu saya amat memujanya. pengetahuan dan seleranya terhadap musik-musik 'aneh' sangat menakjubkan. dan belakangan saya tau bahwa musik 'aneh' itu juga punya nama keren yaitu 'indie'. dibaca 'indi' dan jangan coba-coba memlesetkannya menjadi 'india'. saat itu si gebetan memperkenalkan saya kepada band-band indie, baik lokal maupun manca. dan untuk memuluskan jalan saya menjadi pacar si gebetan idaman, jadilah saya berpasrah pada Tuhan YME ketika si gebetan mencekoki saya dengan musik-musik yang asing di telinga. awalnya tekad saya mendengarkan musik indie cuma untuk jadian sama si gebetan, tapi lama-lama lagu mereka enak juga didengar. awalnya memang asing, tapi lama-lama adiktif juga. it doesnt hurt my ear at all. sejak saat itu tekad saya tak lagi buruk, dan tekad yang murni serta hati yang bersih tentu saja membawa berkah. saya berhasil jadian dengan si gebetan. sejak saat itulah minat saya pada musik indie meningkat terus, terus dan terus. bahkan kencan pertama saya dengan si pacar berlokasi di pensi SMA dengan bintang tamu The Adams. terima kasih The Adams!!.
Sekarang saya sudah terbiasa mendengar musik indie dengan genre apapun. Bahkan pengetahuan saya mengenai musik indie jauh lebih baik daripada musik major label. Jadi jangan pernah menawari saya menjadi kontestan acara tebak musik macam Happy Song ataupun Missing Lyrics karena saya tidak akan pernah menang. Kadang saya berpikir kenapa musisi indie dengan musik berkualitas hanya dapat merambah pasar tertentu dan kenapa musisi dengan musik yang bisa bikin sakit kepala bisa terkenal dan digilai banyak fans. Kadang kemauan pasar memang tidak dapat dibaca apalagi diprediksi. Tapi saya bangga, untuk urusan yang satu ini, yaitu soal musik. Saya tidak lagi terbawa arus, meski saya sudah putus dengan si pacar, meski saya sudah dapat pacar baru yang musiknya bukan indie, meski setiap nonton tv yang saya dengar cuma musik yang bikin saya sakit kepala. tapi tetep!!! musik saya tetep indie. hidup indie!! hidup!! hidup!!